AL WAHAB SCHOOL

Pelatihan Operator Excavator Gratis 2026 Disnaker Kota Makassar

Makassar – Pelatihan operator excavator gratis Makassar tahun 2026 kembali dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar bekerja sama dengan LPK Al Wahab School Makassar. Program ini ditujukan bagi masyarakat Kota Makassar untuk meningkatkan kompetensi pengoperasian alat berat sekaligus memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja.

Pelatihan tersebut merupakan program tahunan Disnaker Kota Makassar yang diberikan secara gratis kepada warga Kota Makassar. Melalui program ini, peserta memperoleh pembekalan teori, keterampilan pengoperasian excavator, pemeliharaan alat, serta pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pada tahun 2026 ini, pelaksanaan program kembali dipercayakan kepada LPK Al Wahab School Makassar, yang berlokasi di Jalan Abdullah Daeng Sirua Nomor 252 C, Kota Makassar.

Pelatihan Operator Excavator Dibagi dalam Dua Angkatan

Pelaksanaan pelatihan operator excavator Disnaker Kota Makassar tahun 2026 dibagi menjadi dua angkatan. Angkatan I berlangsung pada 18 Juni sampai 21 Juli 2026, sedangkan Angkatan II dilaksanakan pada 30 Juni sampai 31 Juli 2026. Selama mengikuti program, peserta menjalani serangkaian pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar hingga keterampilan praktik pengoperasian excavator. Program pelatihan tidak hanya menekankan kemampuan menjalankan alat, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai prosedur kerja, pemeliharaan, disiplin kerja, serta keselamatan selama pengoperasian alat berat.

Peserta Mendapatkan Pembekalan Teori Selama Enam Hari

Tahapan awal pelatihan dimulai dengan pembelajaran teori selama enam hari. Materi teori mencakup pengembangan soft skill dan etos kerja, pengenalan dasar excavator, fungsi setiap komponen, sistem pengoperasian, pemeliharaan alat, hingga aspek keselamatan kerja. Pembekalan tersebut penting karena seorang operator tidak cukup hanya mampu menggerakkan alat berat. Operator juga perlu memahami fungsi komponen, prosedur pemeriksaan, potensi risiko, dan tanggung jawab terhadap kondisi alat yang digunakan. Pemahaman teori kemudian menjadi dasar sebelum peserta memasuki tahapan praktik lapangan.

Praktik Excavator Dilaksanakan Selama Delapan Hari

Setelah menyelesaikan pembelajaran teori, peserta mengikuti praktik lapangan selama delapan hari. Dalam tahap praktik, peserta mempelajari Pemeriksaan dan Pemeliharaan Harian atau P2H, pengenalan panel dan komponen excavator, pengoperasian handle, serta teknik dasar mengendalikan alat. Peserta juga berlatih melakukan kombinasi gerakan excavator agar pengoperasian boom, arm, bucket, dan pergerakan alat dapat dilakukan secara terkoordinasi. Materi praktik selanjutnya meliputi teknik menggali, membuang material, meratakan area kerja, traveling, naik ke area gundukan, hingga praktik loading material menggunakan excavator ke dump truck. Tahapan tersebut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman pengoperasian yang lebih dekat dengan kondisi pekerjaan di lapangan.

Kemampuan Peserta Dievaluasi Melalui Ujian

Untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemampuan peserta, dilakukan ujian berdasarkan materi yang telah diberikan selama proses pelatihan. Evaluasi mencakup pemahaman terhadap materi teori serta kemampuan peserta dalam menerapkan prosedur dan keterampilan pengoperasian excavator. Ujian menjadi bagian penting dalam proses pelatihan karena dapat digunakan untuk melihat sejauh mana peserta telah menguasai kompetensi yang dipelajari. Hasil evaluasi juga menjadi bahan untuk mengetahui aspek keterampilan yang masih perlu ditingkatkan sebelum peserta memasuki dunia kerja.

Peserta Mengikuti Pembinaan K3 Operator Alat Berat

Selain pelatihan teknis, peserta mengikuti Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Operator Alat Berat selama empat hari. Pembinaan K3 menjadi salah satu tahapan penting karena pekerjaan operator alat berat memiliki risiko kerja yang tinggi dan membutuhkan pemahaman mengenai prosedur keselamatan. Melalui pembinaan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tanggung jawab operator, penerapan prosedur kerja aman, identifikasi potensi bahaya, serta aspek keselamatan selama pengoperasian alat. Tahapan ini juga menjadi bagian dari persiapan peserta dalam proses memperoleh lisensi operator alat berat dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sesuai ketentuan dan proses yang berlaku.

Wujud Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Pelatihan Kerja

Kerja sama antara Disnaker Kota Makassar dan LPK Al Wahab School Makassar menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program pelatihan operator excavator memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan kerja tanpa harus menanggung biaya pelatihan secara mandiri.

Program tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan tenaga operator alat berat yang memiliki keterampilan, memahami keselamatan kerja, dan lebih siap bersaing dalam dunia kerja.

Bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan sebagai operator alat berat, program pelatihan berbasis kompetensi dapat menjadi salah satu jalur untuk memperoleh pengalaman dasar sebelum memasuki lingkungan kerja profesional. LPK Al Wahab School Makassar berlokasi di Jalan Abdullah Daeng Sirua Nomor 252 C, Kota Makassar, dan menyelenggarakan berbagai program pelatihan alat berat sebagai bagian dari pengembangan kompetensi tenaga kerja.

(an_aws)

Scroll to Top